6 Perusahaan yang Menghargai Soft Skill-mu. Mereka Nggak Peduli Ijazah dan IPK-mu!

6 Perusahaan yang Menghargai Soft Skill-mu. Mereka Nggak Peduli Ijazah dan IPK-mu!

Sebagai orang yang mengekor pola hidup lurus-lurus saja kita tidak jarang merasa bila ijazah ialah segalanya. Proses kuliah ialah sesuatu yang tidak dapat di-skip bila mau kesuksesan ada. Sulit membayangkan dapat menempati posisi nyaman di perusahaan bergengsi tanpa punya gelar.

Padahal di dunia yang kian terbuka dan adaptif ini terdapat lho perusahaan-perusahaan raksasa yang sudah lumayan terbuka guna applicant berkemampuan yang tidak punya ijazah. Semoga ini dapat jadi penyemangatmu guna bekerja lebih keras lagi. Saat anda tidak punya ijazah anda harus kerja keras supaya bisa diterima di perusahan-perusahaan canggih ini!

1. Google nggak bakal memedulikan nilai dan gelarmu. Yang ditelusuri justru calon karyawan yang berjiwa kepemimpinan, problem solver dan rendah hati
Kantornya aja buat ngilerrr..

Bisa bergabung dengan perusahaan raksasa sekelas Google pastilah sebuah peluang yang menggiurkan. Gaji besar, belum lagi fasilitasnya begitu wah. Bisa dibilang bekerja di Google ialah impian anak muda masa kini. FYI nih guys, ternyata Google nggak begitu memedulikan nilai yang anda dapat di bangku perkuliahan. Ketika anda tengah interview di Google, perusahaan ini nggak bakal menghujanimu dengan sederet pertanyaan yang membuang-buang waktu.

Sebaliknya, bila kamu berjiwa kepemimpinan, problem solver, individu yang berani beda, peduli pada lingkungan salah, mengakui kesalahan, dan rendah hati, maka anda berpotensi guna menjadi karyawan Google. Tuh, nggak butuh persyaratan yang ngejelimet guna menjadi karyawan Google.

P.S: Pernah terdapat pelamar yang nekat mengirim sepatu pada Laszlo Bock – Head of People Operations-nya Google. Dalam sepatu tersebut diselipkan resume dengan maksud agar si pelamar dapat menginjakkan kakinya di Google. Hmm.. sayangnya teknik ini nggak berhasil. Hhehehe.. Syedih.

2. Ernst and Young, di antara firma akuntansi terbesar di dunia menarik keluar gelar sarjana dari persyaratan perekrutan mereka. Ada yang berani coba?
EY, serba kuning..

“It found no evidence to conclude that previous success in higher education correlated with future success in subsequent professional qualifications undertaken.”

Maggie Stilwell, Ernst & Young’s managing mitra for talent

Belum terdapat bukti untuk memutuskan bahwa kesuksesan di bangku perkuliahan berkolerasi dengan kesuksesan di masa depan.

Bahkan di antara perusahaan firma akuntansi terbesar dunia yang cabangnya tersebar di sebanyak negara, pun memberanikan diri untuk tak mau menjadikan gelar edukasi sebagai kriteria perekrutan mereka. Banyak perusahaan beda yang lantas mengikuti jejak perusahaan satu ini. Sementara tersebut Ernst and Young (EY) termasuk perusahaan yang asyik guna bekerja. Dibanding perusahaan lain, promosi jabatan di EY terbilang cepat. Belum lagi fleksibilitas dan kompensasinya yang kompetitif. Jelas saja bekerja di perusahaan ini menggiurkan.

3. Percaya atau nggak, Apple membolehkanmu melamar walau tanpa gelar sarjana. Kalau diterima kamu akan ditempatkan di lokasi retail
Ada yang minat bekerja di perusahaan ini?

Bermimpi bekerja di Apple tapi anda nggak punya gelar yang mentereng? Tenang, mimpimu nggak tersiar muluk kok. Kamu dapat membidik unsur retail dari perusahaan ini yang memungkinkanmu guna lebih tidak sedikit berinteraksi dengan pelanggan. Soal upah tidak boleh ditanya deh. Apple akan menghargaimu sebesar $ 12 per jam. Tapi, bila kamu berani mengindikasikan performa kerja yang maksimal, maka pendapatan $ 42.000 per tahun dapat kamu kantongi.

4. Nggak melulu memperkerjakan alumni setingkat SMA, Starbucks pun begitu memanjakan karyawannya dengan sederet kemudahan yang menggiurkan!
Mau jadi baristanya Starbucks?

Siapa tak kenal gerai kopi kenamaan ini? Bahkan di Indonesia juga cabangnya tersebar di sebanyak kota besar. Casinoroyal7 Tahukah anda bahwa telah menjadi rahasia umum andai Starbucks merekrut alumni setingkat SMA. Meski tak memandang latar belakang edukasi karyawannya, tetapi bukan berarti perusahaan kopi raksasa ini asal-asalan dalam memperlakukan karyawannya. Setidaknya baristanya dapat menikmati Spotify premium secara cuma-cuma dan masing-masing minggunya bisa gratisan kopi dan teh. Duh, asyiknya… Hal itu sejalan dengan prinsip mereka bahwa karyawan ialah partner untuk mereka. Tertarik jadi barista di gerai kopi mereka?

5. Kalau anda tertarik bekerja di penerbitan buku, Penguin Random House pantas untuk dijadikan incaran. Mereka pun nggak memedulikan latar belakang pendidikan!
Ini lho kantornya.

Penerbitan kitab yang satu ini percaya bahwa guna menjadi perusahaan yang berkembang dengan pesat, mereka sengaja memperkerjakan orang-orang yang mempunyai latar belakang dan pemikiran yang beragam. Supaya mereka dapat menerbitkan buku-buku terbaik. Jadi, anda nggak butuh punya gelar mentereng guna bekerja di Penguin Random House, selama anda punya potensi guna berkembang, kreativitas, dan ide-ide brilian, anda punya peluang untuk bergabung di perusahaan ini. Nggak melulu itu, kerja di perusahaan ini, kamu akan sering dapat kitab gratis dan punya teman kerja yang ramah. Berminat?

6. Perusahaan firma akuntansi ternama, PricewaterhouseCooper nggak inginkan kehilangan calon karyawan berbakat melulu karena nggak punya gelar!
Penampakan di antara kantornya.

“Through broader access to talented young people, who may not have strong historical academic performance at school but have gone on to perform well at university and have all-round proven capabilities”

PricewaterhouseCooper (PwC)

Demi akes yang lebih luas guna anak muda berbakat, yang nggak mempunyai sejarah akademis yang oke di sekolah, namun mempunyai performa yang baik di kampus dan punya kapabilitas yang diakui.

PwC sengaja merealisasikan sistem perekrutan yang adil untuk semua pelamar. Untuk perusahaan ini, nggak adil andai semua kampus (swasta atau negeri) disandingkan nilai dan kualitasnya. Misalnya nih Guys, pelamar dengan nilai A dari kampus yang tidak cukup terkenal aja kalah saing dengan pelamar yang pun mendapat nilai A, tetapi dari kampus ternama. Padahal dapat saja pelamar dari kampus yang tidak cukup terkenal tersebut jauh lebih punya kapabilitas.

Jadi, tidak boleh berkecil hati bila kamu belum atau nggak punya gelar mentereng di belakang nama. Karena masih terdapat perusahaan besar yang lebih mempertimbangkan keterampilan ketimbang gelar pendidikan. Yang jelas, dalami saja kemahiran yang anda punya ketika ini. Sebab kemahiran lah yang bakal mengantarkanmu mengarah ke kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *